Apabila arsitektur dapat disebut sebagai jenis disiplin ilmu, bahwa arsitektur juga akan bisa dikategorikan ke dalam disiplin ilmu yang bersifat subyektif (yang masih didasari dengan data konkret), karena sejatinya arsitektur lahir karena adanya kebutuhan, hasrat, simbol/ikon, dan politik. Tak bisa dipungkiri memang arsitektur adalah irisan dari hal artistik dan keteknisan. Sebuah arsitektur ‘pasti’ akan memiliki sebuah nilai yang ingin disampaikan oleh perancang.
Sebuah rancangan yang awalnya berasal dari abstraksi atau pemikiran perancang yang begitu luas. Mulai dari tahap problem identification, problem exploration, problem redefinition, hingga pada tahap solution proposal. Setiap proyek yang memiliki permasalahan dan persoalan pasti akan berakhir dengan hasil produk, dalam arsitektur hal ini memiliki output yakni sebuah rancangan.

Friedrich Silaban merupakan arsitek Masjid Istiqlal, yang dibangun pada era Presiden Soekarno. Masjid ini adalah salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dan berfungsi sebagai lambang kemerdekaan serta persatuan bangsa Indonesia. Nama "Istiqlal," yang berasal dari bahasa Arab dan berarti "kemerdekaan," mencerminkan perayaan kemerdekaan Indonesia. Masjid ini dirancang sebagai simbol kebanggaan nasional dan harmoni antarumat beragama, ditandai dengan lokasinya yang berdekatan dengan Katedral Jakarta sebagai wujud toleransi antaragama.

Masjid ini dirancang dengan gaya arsitektur modern yang mencerminkan perkembangan zaman pada saat itu. Bangunan tersebut menggunakan material beton bertulang dan baja, dengan fokus pada kekuatan dan kemegahan. Silaban mengadopsi pendekatan fungsional yang minim ornamen tradisional, sehingga memberikan kesan arsitektur yang bersih dan megah. Meski bergaya modern, unsur-unsur Islami tetap terlihat melalui elemen seperti kubah besar berdiameter 45 meter (melambangkan tahun kemerdekaan 1945) dan menara tunggal yang menjulang tinggi. Ruangannya juga dirancang untuk menampung banyak jamaah, dengan aula utama yang luas tanpa tiang penyangga di tengah, memudahkan pandangan dan mobilitas jamaah. Masjid ini memiliki banyak ruang terbuka, baik di dalam maupun di sekelilingnya, untuk mendukung sirkulasi udara yang baik dan menciptakan suasana yang lapang dan terbuka.