
People come and go… katanya, tetapi nyatanya people come before they go. Selalu ada perpisahan di setiap pertemuan, memang — tetapi pertemuan hanyalah perjalanan sebelum akhirnya berpisah. Layaknya temaram, menunggu gelap menyambut dinginnya malam. Bukan perihal cinta-cintaan, bukan juga pertemanan, apalagi pertemuan. Perpisahan dengan angan yang pernah menjadi kepingan isi kepala — hilang, hanya terlintas sekelebat di matriks memori yang sudah terpecah belah karena sebuah perpisahan.
Teringat… tetapi melupa
Melupa… tetapi nostalgia
Terangnya lampu di tengah gelapnya ruangan membuat sebuah angan-angan tampak begitu jelas — menyala di tengah gelapnya ruangan dengan sunyi yang menyertai. Lantas tidur hanyalah membuat lupa, sebelum pada akhirnya di sudut ruangan yang sama tergambar lagi dengan jelas angan-angan itu.
“Gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang,” ujar Efek Rumah Kaca dalam salah satu lirik lagunya.
Berpisah bukanlah akhir dari suatu cerita. Seperti puzzle yang sudah selesai bukanlah akhir dari permainan — masih bisa diulang dan diulang, juga masih ada puzzle lain yang bisa disusun. Tetapi untuk apa?
Membongkar ulang atau dipajang?
Biarkan begitu saja atau menunda sebuah akhir cerita dengan perulangan yang sama, terasa asing tapi tahu wujudnya. Memang tak seindah cerita baru yang membuat rasa hati penasaran. Cerita yang sudah dibuat tak akan bisa diulangi lagi.
Melihat atlet lompat jauh yang memenangkan olimpiade mungkin tak seindah melihat bayi yang baru saja bisa berjalan.
Memori tentang hal yang “pertama” pasti akan jauh lebih teringat daripada memori yang “terindah”. Karena yang terindah akan selalu hadir, sedangkan yang “pertama” tak akan terulang lagi. Disaat ada yang “pertama”, disitulah awal dari sebuah perpisahan.
Apa arti sebuah perpisahan?
Mungkin aku terlalu puitis menulis semua ini, intinya perpisahan adalah perpisahan. Secara pengertian perpisahan adalah akhir dari pertemuan, namun sebenarnya perpisahan bukanlah sebuah akhir, namun sebuah awal dari rasa penyesalan, sakit, kecewa dan kehilangan.
Berpisah bisa saja secara sengaja atapun “tak disengaja”. Tapi sebuah perpisahan adalah sebuah proses hilangnya sebuah ikatan dengan hal eksternal dari diri seseorang.
Bagaimana akan pernah tau perasaan burung-burung yang bermigrasi meninggalkan rumahnya. Membuat rumah baru. Hidup baru. Tak ada istilah sebuah perpisahan.
Mungkin hidup akan lebih tenang jika tak ada sebuah memori, menjalani saja apa yang ada di depan mata — tanpa memikirkan bayang-bayang di kepala. Tanpa ada sebuah penyesalan. Tak pernah ada burung yang terlihat menyesal akan perbuatannya.
Tetapi sebuah memori adalah seperti pegangan yang membuat kita merasa selalu hidup. Terkadang sebuah memori juga bisa membuat sedikit tersenyum, namun tak jarang juga bisa menusuk jantung.
Memori hanya ada di kepala, perpisahan hanyalah sebuah angan belaka. Tak perlu belajar dari sebuah perpisahan, karena pada akhirnya perpisahan hanyalah berbuah perasaan hampa.
Tak ada sebuah perpisahan sebelum akhirnya hilang dari ikatan yang pernah ada.
Semuanya akan kekal sebelum akhirnya perpisahan membuat semua sirna.