image.png

Terkadang aku terlalu dalam menyelami kegelisahanku sampai aku lupa segalanya di alam bawah sadarku. Segelintir pertanyaan sederhana yang bisa menghubungkan benang merah dari segala hal yang pernah terjadi padaku. Bertanya siapa seorang pesimistik yang tak kenal sebuah kata kalah. Seorang optimistik yang selalu memiliki keraguan — Sungguh ambigu.

Sebuah percakapan sederhana yang bisa membuatku berpikir berhari-hari karena sebuah kebingungan yang paling dalam. Ambiguitas yang mendasar membuatku gundah seakan-akan tidak ada hal yang benar dan salah diatas pengakuan akan sebuah kebenaran. Siapa yang benar dan yang salah adalah tergantung dimana dia memijak kakinya dan dimana matanya memandang.

Sebenarnya aku sudah muak dengan pola keteraturan dan sebuah kepastian yang selalu merepetisi. Tak ada hal baru dan tak ada sebuah sifat dinamis yang muncul di dalamnya. Ketidakjujuran yang membuat segala hal menjadi bebas tetapi terasa rigid, seperti berlari mengelilingi lingkaran di dalam sebuah persegi. Aku yakin bahwa selama diriku masih bisa jujur terhadap diriku sendiri, berarti aku masih memiliki kebebasan dalam hidupku. Hidup menurutku adalah sebuah pola, keterulangan sebuah siklus yang memiliki makna di tiap lap-nya, semua akan dipertanggungjawabkan terhadap apa yang telah kita lakukan di tiap garis finish.

Menjadi gagal bagiku mungkin adalah sebuah pencapaian, karena disaat gagal berarti aku telah berusaha untuk mencoba. Menaklukkan rasa takut sudah seperti batu loncatan untuk bisa menjadi yang lebih — Lebih dari yang kemarin. Disaat aku belum gagal, pasti aku belum mencoba. Mungkin butuh waktu untuk menerima sebuah kegagalan, tetapi memang perlu perasaan berdamai dengan diri sendiri untuk menerima kata gagal. Memang tidak mudah, tapi akan lebih mudah jika sudah menerima.

Aku sendiri hanyalah seorang manusia yang masih naif, seorang yang masih labil dengan keputusan-keputusanku. Menerima mungkin juga hanyalah sebuah alibi dari ketidaksempurnaanku. Seorang perfeksionis yang selalu gagal — Sungguh patetik. Hitam dan putih yang banyak hitamnya, membias menjadi abu-abu. Aku merasa warna hitam putih tak lebih menarik dengan spektrum warna yang lebih luas, tetapi hitam putih membuatku lebih menghargai dan menerima sebuah kesederhanaan.