image.png

Arsitektur merupakan sebuah bahasa ruang dan bentuk, cahaya sebagai sumber kehidupan dan arah akan kebenaran. Berbicara arsitektur pasti tak akan jauh dari cara-cara untuk mengolah cahaya. Arsitektur juga lahir karena kebutuhan untuk bernaung dari cahaya. Secara absolut bangunan fisik dan pernaungan adalah representasi dari arsitektur itu sendiri. Korelasi antara cahaya dan wujud banguna fisik akan selalu berkesinambungan.

image.png

Studi-O Cahaya adalah salah satu karya rancangan rumah tinggal oleh Adi Purnomo yang memiliki konsep untuk meneruskan cahaya ke dalam rumah. Dalam analisisnya Adi Purnomo (atau yang akrab dipanggil Mamo) menerjemahkan analisis cahaya ke dalam sebuah desain bentuk. Melalui proporsi, irama, dan keseimbangan. Menurut Mamo, kebutuhan klien akan rumah 3 lantai tanpa GSB yang berada di perumahan yang sempit akan menjadi persoalan di kemudian hari. Faktor iklim selalu menjadi siklus yang akan selalu dialami oleh segala jenis bangunan.

image.png

Gagasan desain awal dari analisis yang dibuat, Mamo ingin membuat bentuk rumah tersebut dengan bahasa bentuk yang kuat, yaitu berupa kolom struktur dan tembok miring yang akan “meneruskan cahaya” ke dalam rumah. Karena klien juga merupakan kolektor seni, tentunya fungsi rumah tersebut akan menjadi galeri untuk memamerkan koleksinya. Disini terlihat sebuah benang merah antara persoalan tapak, kebutuhan klien, dan gagasan desain rumah tersebut. Kesimpulannya, arsitektur dengan sintaksis yang kuat tak hanya menyelesaikan persoalan desain yang ada, namun akan menghasilkan pandangan baru yang secara objektif dan subjektif menerjemahkan sebuah arsitektur kepada nilai-nilai kehidupan yang lebih kuat lagi.